Inilah 4 Cara Menghitung Laba Bersih Bisnis Anda

Menghitung Laba Bersih Bisnis Anda
Dalam menjalankan bisnis, ada beberapa orang yang mengalami kesulitan dalam menghitung jumlah laba atau kerugian yang dialaminya. Bahkan tidak sedikit yang mengalami kesalahan dalam menghitung laba. Agar perhitungan keuangan bisnis yang Anda buat valid, maka Anda juga harus cermat menghitung laba bersih. Berikut empat langkah mudah bagaimana cara menghitung laba bersih dari bisnis Anda.


Cara Menghitung Laba Bersih Bisnis Anda


1. Mencatat Seluruh Biaya Produksi


Dalam melakukan proses produksi, Anda memerlukan bahan-bahan demi kelangsungannya. Oleh sebab itu, langkah awal sebagai cara menghitung laba bersih adalah dengan mencatat seluruh biaya yang Anda keluarkan untuk menghasilkan produk. Identifikasi semuanya secara detail dan jangan sampai ada yang terlewat. Jika tidak, maka perhitungan usaha Anda akan menjadi tidak valid sehingga laba yang Anda hasilkan bukan laba yang sebenarnya. Biaya produksi ini terbagi menjadi dua, yakni biaya produksi tetap dan biaya variabel. Biaya tetap yaitu biaya yang jumlahnya tidak tergantung dari banyak atau sedikitnya barang yang diproduksi. Contoh biaya produksi tetap adalah biaya sewa gedung dan gaji karyawan. Sebaliknya, biaya variabel tergantung dari jumlah banyaknya unit produksi yang dibuat.

2. Menyusun Laporan Rugi Laba


Cara menghitung laba bersih selanjutnya, setelah menghitung jumlah seluruh biaya yang Anda perlukan selama proses produksi, kini saatnya Anda menghitung laporan rugi laba. Rumus laba adalah dengan mengurangi seluruh jumlah pendapatan dengan biaya produksi maupun biaya operasional dan non operasional. Contoh biaya operasional terdiri dari biaya listrik, air, dan telepon. Sedangkan untuk biaya non operasional misalnya biaya penyusutan kendaraan atau mesin produksi. Biaya non operasional inilah yang sering terlewatkan ketika menghitung laba rugi. Akibatnya, perhitungan usaha yang didapat pun juga kurang tepat. Hal ini berimbas pada harga penjualan yang akan Anda tentukan kemudian. Jadi, pastikan semua biaya Anda catat dalam menyusun laporan laba rugi.

Adapun sebelum menyusun laporan rugi laba, Anda terlebih dahulu harus membuat neraca saldo yang isinya diambil dari laporan pada buku besar. Laporan rugi laba merupakan inti dari seluruh rangkaian perhitungan akuntansi yang Anda lakukan, jadi jangan sampai salah.

3. Menghitung Pokok dan Menentukan Harga Jual


Harga pokok penjualan merupakan besarnya biaya yang diperlukan untuk mendapatkan suatu barang produksi. Ia berbeda dengan harga jual karena harga jual diperoleh dari harga pokok yang sudah ditambah dengan biaya lainnya serta keuntungan yang Anda inginkan dari bisnis. Harga pokok sifatnya “mutlak” karena kalau lebih rendah dari itu, tentunya bisnis Anda akan mengalami kerugian sedangkan harga jual sifatnya fleksibel. Tapi ingat, dalam menentukannya, Anda harus melihat kondisi pasar dan daya beli konsumen Anda. Jangan sampai karena tergiur keuntungan lebih, Anda mematok harga jual yang terlalu mahal melebihi daya beli konsumen Anda.


4. Menghitung Total Penjualan Bersih


Selanjutnya, Anda harus menghitung total penjualan. Rumus pendapatan bersih adalah seluruh hasil pendapatan dikurangi retur penjualan, potongan penjualan, dan pengurangan harga (diskon). Jika jumlah penjualan yang Anda dapatkan dari perhitungan masih belum dikurangkan dengan potongan penjualan maupun pengurangan harga, maka itu masih belum bisa disebut penjualan bersih tetap penjualan bruto. Jadi, jangan sampai salah karena jika yang Anda jadikan pedoman dalam menghitung laba bersih adalah penjualan bruto, maka hasil perhitungan laba yang Anda peroleh pun juga bukan yang sebenarnya.

Mudah, bukan, cara menghitung laba bersih perusahaan Anda? Bagi Anda yang belum terbiasa, mungkin proses ini akan memakan waktu cukup lama. Namun, Anda bisa mempercepat prosesnya dengan menggunakan software Sleekr Accounting dan memantau bisnis Anda secara kuat. Kuncinya, Anda harus teliti dan pastikan tidak ada hitungan yang terlewat.

Post a Comment

Previous Post Next Post